Koeman: Saatnya Kembali Ke Zona Eropa

ronald koeman

Liga Inggris telah memasuki pekan ke-12, setelah jeda internasional berakhir. Semua tim akan saling bertemu untuk merebutkan titel juara, salah satunya antara Everton yang akan berhadapan dengan Swansea City. Saat ini, The Toffes berada di posisi ke-7, dan berpeluang untuk kembali ke zona Eropa, seandainya memenangkan pertandingan tersebut. Sang pelatih, Ronald Koeman menyatakan bahwa timnya akan kembali ke zona Eropa.

ronald koeman

Hingga pekan ke-11, The Blues hanya berhasil meraup poin sebanyak 18 poin, dan harus puas sementara waktu berada di urutan ke-7 dalam klasemen liga Inggris. Dari sebelas pertandingan yang telah dilakoni, tim asuhan Koeman hanya mampu mencatatkan lima kemenangan, dan tiga kalah, serta tiga hasil imbang.

Dengan kemenangan melawan Swansea City yang akan dihelat di kandang sendiri, Goodison Park, akan memperbaiki posisi Everton di tangga klasemen. Kemenangan tersebut dapat membuat The Toffes menggeser Manchester United dan Tottenham Hotspur, untuk kembali ke Zona Eropa League.

Catatan Kurang Apik Tim Asuhan Koeman

Saat ini, The Toffes tengah berencana untuk memperbaiki penampilannya. Dalam lima pertandingan terakhir di Liga Inggris, Everton hanya mampu menorehkan satu kemenangan saja saa bertemu West Ham, dan dua pertandingan harus berakhir imbang kala menjamu Manchester City dan Crystal Palace. Sisanya, klub yang bermarkas di Goodison Park ini harus menelan pil pahit, kala bersua Burnley dan Chelsea.

catatan kurang apik everton

Bahkan, di pertandingan terakhir, Stekelenburg harus puas melihat gawangnya di bobol lima gol sekaligus oleh Eden Hazard CS. Sementara Everton tak mampu membalas satu gol pun ke gawang Courtois.

Kembali Ke Jalur Kemenangan

Dengan catatan kurang ampik dalam lima pertandingan, tentunya membuat Ronald Koeman harus berpikir keras demi kembali ke jalur kemenangan.

Pertandingan selanjutnya yang akan dilakoni Everton tak terbilang mudah. The Toffes harus berhadapan The Swans dalam lanjutan liga Primer Inggris pekan ke-12. Dimana saat ini tim asuhan Brandley tengah berusaha untuk keluar dari zona degradasi.

kembali ke jalur kemenangan

Namun walau demikian, Koeman meyakini bahwa para pemainya akan menampilkan permainan terbaiknya. Terlebih lagi pertandingan ini dilangsungkan di hadapan para pendukung sendiri. Tentunya seluruh pemain ingin memberikan kemenangan.

Sebagai catatan, dalam pertandingan kandang terakhir, Jagielka CS mencatatkan kemenangan yang sangat meyakinkan. Dimana mereka berhasil menyarangkan dua gol tanpa balas ke gawang West Ham yang dikawal oleh Adrian.

Dengan catatan ampik tersebut, tentu akan membuat kepercayaan diri para pemain Everton meningkat, walau sempat terpuruk pada pertandingan terakhir kala bertandang ke Stamford Bridge. Tak tanggung-tanggung, Chelsea memborong lima gol tanpa balas.

Head To Head Everton vs Swansea City

Pertandingan yang akan berlangsung di hari Sabtu, tanggal 19 November 2016 pada pukul 22.00 WIB, akan menentukan kedua tim dalam perjalanan mereka di Liga Inggris. Everton yang berjuang untuk kembali zona Eropa, sementara Swansea City yang juga ingin terlempar dari zona degradasi, akan menampilkan pertandingan menarik dan menenangkan.

everton vs swansea

Dalam pertemuan terakhir antara kedua tim tersebut, The Swans tampil sebagai pemenang. Bahkan, kemenangan tersebut diperoleh di Goodison Park, markas Everton, dengan skor tipis, yakni 1-2. Mimpi buruk itu berkat penampilan apik dari Gylfi Sigudrsson dilini tengah permainan Swansea City.

Sementara sebagai catatan, bahwa The Toffes dalam lima pertandingan terakhir melawan Swansea City tak pernah mengalami kemenangan, baik tampil sebagai tuan rumah, maupun sebagai tamu. Tim sekota Liverpool ini hanya mampu menahan imbang tiga kali, dan dua berakhir kekalahan.

City Siap Rebut Puncak Klasemen Liga Inggris

manchester city

Sejumlah liga besar di daratan Eropa kembali bergulir pada akhir pekan ini, setelah jeda Internasional. Tak terkecuali dengan liga terpanas saat ini, Liga Primer Inggris, yang memasuki pekan ke-12. Salah satu pertandingan yang akan tersaji adalah antara Crystal Palace melawan Manchester City. Dimana jika City berhasil memenangkan pertandingan ini, maka akan merebut puncak klasemen sementara Liga Inggris.

Saat ini, Liverpool masih nyaman duduk di pemuncak klasemen sementara Liga Primer Inggris. Berpotensi akan bergeser oleh tim asuhan Pep Guardiola yang hanya bertandang ke Selhurst Park, markas Crystal Palace. The Citizens hanya berjarak dua poin saja dari tim asuhan Jurgen Klopp.

kualitas city

Pelatih asal Spanyol, Pep Guardiola yakin para pemainnya akan menampilkan permainan terbaiknya saat bertandang ke Selhurst Park. Ia juga meyakini bahwa timnya mampu untuk pulang membawa tiga poin penuh, dan merebut puncak klasemen sementara Liga Inggris.

Catatan Kurang Ampik City Saat Melakoni Laga Tandang

Berdasarakan lima pertandingan tandang terakhir yang dilakoni oleh Manchester City di seluruh kompetisi, tim asuhan Pep Guardiola hanya mampu mencatatkan satu kemenangan saja. Kemenangan tersebut diraih saat bertandang ke The Hawtons, markas West Bromwich Albion. Sergio Aguero dan Ikay Gundogan, masing masing berhasil membuat brace atau dua gol dalam satu pertandingan.

Setelah melakoni pertandingan tandang melawan The Baggies yang terjadi dalam lanjutan liga Primer Inggris pekan ke-10 dengan skor meyakinkan 0-4, The Sky Blues belum pernah lagi mengalami kemenangan. Justru terpuruk dengan tiga kekalahan secara beruntun oleh tim-tim besar. Mereka takluk 0-1 saat melawan Manchester United dalam ajang Piala Liga Inggris.

catatan tandang manchester city

Setelah gugur dalam ajang EFL Cup, The Citizens juga harus kalah kala bertandang ke Camp Nou, markas Barcelona. Tak tanggung-tanggung, Lionel Messi CS berhasil menyarangkan empat gol sekaligus, dan tak mampu dibalas satu gol pun oleh City.

Luka tandang selanjutnya diberikan oleh Tottenham Hotspur di White Hart Line. Alli memastikan kemenangan 2-0 atas tim asuhan pelatih asal Spanyol tersebut. Sebelumnya Kolarov membuat gol bunuh diri pada menit ke 9′.

Dalam laga tandang terakhir, tim sekota dengan Manchester United ini, harus puas berbagi angka saat bertandang ke Celtic Park, markas Celtic, dalam lanjutan liga Champions. Pertandingan yang berjalan sengit ini, berakhir dengan skor 3-3.

Menunjukkan Kualitas The Citizens Sesungguhnya

Tentu Pep Guardiola akan memperbaiki catatan tandang yang kurang imprensif tersebut dalam lawatannya ke Selhurst Park, markas Crystal Palace.

Pelatih asal Spanyol tersebut akan menurunkan kualitas pemain terbaiknya dalam lanjutan liga Inggris pekan ke-12 saat melawan tim asuhan Alan Pardew, yang tengah terpuruk dengan catatan satu hasil imbang, dan empat kekalahan secara beruntun dalam lima pertandingan terakhir.

manchester city

Pep Guardiola tetap menerapkan formasi andalannya, 4-2-3-1 dengan Kun Aguero menjadi ujung tombak dalam mengobrak-abrik pertahanan lawan. Aguero akan ditopang oleh tiga gelandang terbaik, Sterling pada posisi kanan, De Bruyne di tengah, dan di kiri akan diisi oleh David Silva.

Dua gelandang bertahan diserahkan oleh Fernandinho yang berpasangan dengan Ikay Gundogan. Sementara di lini pertahanan, Otamendi berduet dengan Stones, dan di bek kanan diisi oleh Zabaleta, serta Kolarov masih dipercaya untuk mengisi posisi kiri.

Posisi paling krusial, yakni penjaga gawang, Pep Guardiola masih mempercayakan Claudio Bravo, yang telah kembali setelah membela timnas Cile dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2018 Russia.

Arsenal Siap Depak City Di Klasemen Liga Inggris

arsenal

Jeda internasional telah berakhir, dan sejumlah liga kembali bergulir, tak terkecuali Liga Inggris yang merupakan liga terpanas di belahan dunia saat ini. Liga Primer Inggris memasuki pekan ke-12, dan mempertemukan dua tim raksasa, yakni antara Manchester United vs Arsenal. Hingga laga ke-11, Meriam London masih berada di urutan keempat klasemen sementara Liga Inggris.

mu vs arsenal

Sebelum melawan The Reds Devils, Arsenal telah berhasil mengumpulkan 24 poin dari sebelas pertandingan, dengan catatan tujuh kali merasakan kemenangan, dan imbang sebanyak tiga kali, serta hanya satu mengalami kekalahan. Dimana kekalahan tersebut dirasakan di kandang sendiri pada saat pembukaan musim 2016-2017 Liga Inggris.

Berdasarkan catatan lima pertandingan terakhir di liga Primer Inggris, Laurent Koscielny CS tak pernah mengalami kekalahan, hanya dua kali imbang, dan sisanya berhasil membawa pulang poin penuh. Catatan ini begitu indah, dengan hanya kemasukkan empat gol dan berhasil menyarangkan sembilan gol.

Kekuatan Arsenal

Laga MU vs Arsenal merupakan laga pembuka dalam pekan ke-12 Liga Inggris, dan akan dilangsungkan di markas United, Old Trafford Stadium pada pukul 19.30 WIB. Pertandingan kedua tim raksasa ini akan dipimpin langsung oleh wasit Andre Marriner.

arsenal

Team asuhan Arsene Wenger dikabarkan sejumlah media lokal olahraga di Inggris, akan menurunkan skuat terbaiknya. Bertindak sebagai tamu, tidak menjadikan The Gunners bermain bertahan. “Kami tidak melupakan kekalahan terbesar kami pada beberapa tahun yang lalu di Old Trafford. Sekarang, kami sudah memiliki pemain terbaik di setiap lininya. Berharap pemain kami menampilkan permainan terbaiknya,” ucap Arsene Wenger.

Meriam London akan menurunkan formasi seperti biasanya, yakni 4-2-3-1. Dengan mengandalkan Alexis Sanchez sebagai ujung tombak, demi mengoyak gawang yang dikawal De Gea. Lini belakang Arsenal akan dikomandoi oleh Laurent Koscielny yang berduet dengan Mustafi. Sedangkan di lini tengah, akan diisi Coquelin dan Mesut Ozil.

Alexis Sanchez tak sendirian di lini serang Meriam London, akan dibantu oleh Mesut Ozil yang berperan sebagai playmaker, dan di sisi kiri akan diisi oleh Alex Iwobi, sementara di bagian kanan kemungkinan besar Theo Walcott akan mengisi perannya.

Dengan kekuatan penuh, arsenal akan tetap menampilkan permainan terbaiknya. Bermain bola pendek dari kaki ke kaki, dan akan menguasai permainan.

Perseteruan The Special One vs The Professor

Pertandingan antara The Reds Devil vs The Gunners tak hanya akan mempertemukan dua tim yang memiliki sejarah panjang saja, melainkan juga sosok kedua pelatih, Mourinho di sisi Manchester United dan Arsenal bersama Arsene Wenger, yang dimana kerapkali diwarnai bumbu-bumbu pedas.

mourinho vs wenger

Pada tahun 2014 saja, saat Mourinho masih menjadi pelatih Chelsea, keduanya hampir saja beradu fisik di pinggir lapangan. The Special One juga akan dapat mengarahkan para pemainnya di sisi lapangan, lantaran masa hukumannya telah selesai pada saat melawan Burnley, dimana Ia diusir dari lapangan.

Adu gengsi antara kedua pelatih tersebut akan terasa kental, ditambah lagi dengan posisi Arsenal yang berada di atas Manchester United. Namun walaupun begitu, Arsene Wenger tetap berhati-hati, terlebih lagi saat pertandingan terakhir, MU bermain impresif dan berhasil mengalahkan Swansea City dengan skor meyakinkan, yakni 1-3.

Setan Merah memiliki tren negatif dikala melawan tim-tim besar, seperti pada saat Derby Manchester, yang dimana MU harus takluk dari tim asuhan Pep Guardiola, dan kalah merasakan hal sama saat bertandang ke Stamford Bridge, serta hanya memetik satu poin saja saat melawan Liverpool.

Langkah Chelsea di EFL Cup Terhenti

West Ham Sukses Taklukan Chelsea

Hasil pertandingan babak 16 Besar EFL Cup 2016-2017 menghadirkan beberapa kejutan. Chelsea yang merupakan salah satu unggulan harus menyudahi perjalanannya di turnamen tersebut usai menyerah 1-2 dari West Ham United pada dini hari tadi.

Mimpi buruk The Blues bermula saat pertandingan baru berjalan 11 menit. Aksi Cheikhou Kouyate berhasil membawa West Ham United unggul. Usaha skuad asuhan Antonio Conte untuk mencetak gol balasan tampaknya tidak membuahkan hasil.

Malang bagi Chelsea, West Ham justru berhasil menambah keunggulan melalui gol Edimilson Fernandes ketika babak kedua baru berjalan tiga menit. Gol yang diciptakan Gary Cahill pada empat menit masa injury time tampaknya tak mampu mengubah nasib tim asal Kota London tersebut.

langkah-chelsea-di-efl-cup-terhenti-3

Kegagalan skuad asuhan Conte musim ini seolah mengulang perjalanan Chelsea musim lalu. Statistik mencatat bahwa The Blues merupakan tim yang tersingkir berturut-turut sejak musim 2000-2001.

Tidak hanya itu saja, penjaga gawang Chelsea, Asmir Begovic, tidak pernah tidak kebobolan dalam 8 pertandingannya bersama The Blues. Begovic berhasil mencatat clean sheet terakhir kali saat Chelsea menghadapi Scunthorpe, pada bulan Januari.

Chelsea Tersingkir, Manchester United Ngacir

Beberapa hari sebelumnya, Chelsea berhasil mencukur habis Manchester United dalam laga yang digelar di markas The Blues, Stamford Bridge. Anak-anak asuh Conte terlihat sangat mendominasi laga yang berakhir dengan skor 4-0 untuk kemenangan tuan rumah yang berarti menjadi hasil terburuk yang diterima  Manchester United sejauh kompetisi musim ini berjalan.

Namun nasib berbeda justru diperoleh tim setan merah yang berhasil lolos ke babak berikutnya turnamen EFL Cup. Tidak seperti Chelsea yang tersingkir dari turnamen tersebut, Manchester United justru berhasil melenggang ke babak 8 besar EFL Cup. Pertandingan yang juga merupakan Derby Manchester tersebut berakhir  dengan skor tipis 1-0 bagi United.

langkah-chelsea-di-efl-cup-terhenti-2

Gol semata wayang dari Juan Mata berhasil memupuskan harapan Manchester City untuk tetap melanjutkan perjalanannya di ajang EFL Cup. Gol krusial pada menit ke-54 tersebut akhirnya membawa Manchester United melanjutkan langkahnya di EFL Cup 2016-2017.

Bermain di hadapan para pendukungnya, The Red Devils menurunkan skuad terbaiknya. Komposisi 4-2-3-1 masih menjadi andalan Jose Mourinho dengan Zlatan Ibrahimovic sebagai ujung tombak serangan tim setan merah. Sebagian besar pemain terlihat tidak mengalami pergantian, hanya nama Marcos Rojo dan Luke Shaw yang merupakan pembeda dalam laga dini hari tadi.

Berbanding terbalik dengan rival satu kota nya, Pep Guardiola justru melakukan banyak perombakan pada skuad Manchester City dengan duet Leroy Sane dan Kelechi Iheanacho di lini depan mengisi skema 4-4-1-1.

Hasil positif pada dini hari tadi mencatat rekor baru bagi Jose Mourinho. Mou berhasil menaklukkan Pep Guardiola dua kali yaitu di Liga Champions serta Copa Del Rey.

Sementara Pep Guardiola kini tercatat gagal memperoleh kemenangan dalam enam partai terakhir, yang merupakan pertama kalinya sepanjang karier Pep sebagai manajer.

 

 

Liga Inggris Matchday 8 : Klasemen Statis Akibat Banyak Hasil Imbang

Performa Pogba Tak Buat Mou Terkesan

Big Match yang mempertemukan antara  tuan rumah Liverpool dengan sang tamu, Manchester United yang berakhir imbang 0-0 tidak begitu banyak membuat pergeseran posisi klasemen sementara Liga Primer Inggris musim ini.

Dalam wawancara bersama Jose Mourinho usai laga tersebut, The Special One mengaku memang tak mengincar kemenangan pada laga yang digelar di markas Liverpool, Stadion Anfield tersebut.

Arsitek tim setan merah tersebut mengungkapkan bahwa membuat tuan rumah tak mampu meraih kemenangan di hadapan para pendukungnya tersebut bisa dibilang sudah cukup memuaskan.

Akan tetapi, Mou -begitu dirinya biasa disapa- mengaku tidak cukup puas atas penampilan sang gelandang anyar yang diboyong United dari Juventus, Paul Pogba.

Pemain yang berhasil memecahkan rekor transfer musim ini tersebut tercatat hanya mampu mencetak satu gol dalam sembilan laganya bersama Tim Setan Merah.

liga-inggris-matchday-8-klasemen-statis-akibat-banyak-hasil-imbang-2

Catatan statistik pada laga big match melawan Liverpool tersebut juga mencatat bahwa Paul Pogba hanya mampu melepaskan satu tembakan akurat ke gawang The Reds.

“Melihat posisi dimana Pogba bermain, sebenarnya saya mengharapkan Pogba melakukan lebih banyak penetrasi ke daerah pertahanan lawan,” sebut Mourinho.

Mourinho : Pogba Seharusnya Bisa Lebih Baik Lagi

Bermain dengan skema 4-2-3-1, Mou menempatkan Pogba sebagai playmaker tepat di belakang posisi Zlatan Ibrahimovic. Strategi tersebut bisa dibilang sukses mengingat Pogba berhasil menciptakan peluang melalui umpannya kepada Ibra yang kemarin bertindak sebagai penyerang tunggal tersebut.

“Kami bertahan dengan sangat baik. Tetapi, ya kami seharusnya bisa melakukan yang lebih baik lagi. Zlatan seharusnya bisa mencetak gol lewat peluang emas saat menerima umpan dari Pogba,” tambah eks manajer Chelsea tersebut.

Hasil imbang ini membuat Tim Setan merah tetap bertengger di posisi ketujuh klasemen sementara Liga Primer musim ini. Mengumpulkan 14 poin dari total delapan pertandingan, skuad asuhan Mourinho kini terpaut 5 angka dari rival sekota  sekaligus pemimpin klasemen saat ini, Manchester City.

liga-inggris-matchday-8-klasemen-statis-akibat-banyak-hasil-imbang-1

Dimainkan di tengah pertandingan, Wayne Rooney mennyebutkan bahwa peluang Manchester United bersaing untuk perburuan gelar Liga Primer musim ini masih terbuka lebar.

Menurut skipper tim setan merah tersebut, meski saat ini United hanya berada di peringkat 7 klasemen sementara, tim nya tersebut hanya tertinggal 5 poin dari sang pemimpin klasemen saat ini, Manchester City. Dan menurut Rooney, skuad fantastis racikan Jose  Mourinho bisa membawa United mengangkat trofi musim ini.

“Sepertinya beberapa waktu lalu saya pernah mengatakan bahwa musim ini kami akan bersaing, dengan hadirnya Jose Mourinho dan beberapa pemain dalam beberapa bulan terakhir membuat keyakinan kami semakin kuat,” ungkap Rooney.

“Menurut saya, kami memiliki susunan skuad yang luar biasa musim ini. Ya, tentu saja kami sangat siap untuk bersaing dalam perburuan trofi Liga Primer musim ini,” tambah penyerang asal Inggris tersebut.

Manchester United dijadwalkan untuk menghadapi Chelsea di markas The Blues,Stamford Bridge akhir pekan nanti. Selain vital bagi kelangsungan United di klasemen, laga tersebut juga sekaligus jadi ajang reuni bagi manajer Jose Mourinho.

Dua Bintang Chelsea Bertengkar Saat Bela Timnas

Pesta Gol di Markas Gibraltar

Bermain sebagai starter saat Belgia bertamu ke markas Gibraltar dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2018, dua superstar Chelsea, Eden Hazard dan Thibaut Courtois sukses membawa Belgia menghancurkan tuan rumah enam gol tanpa balas.

Hattrick dari penyerang Christian Benteke serta tiga gol yang masing-masing dicatat oleh Axel Witsel, Dries Mertens dan Eden Hazard sukses membungkam publik Estadio Do Algrave.

Tuan rumah mana yang tidak terguncang saat tim tamu berhasil menciptakan gol cepat saat waktu bahkan belum berjalan 1 menit. Adalah nama Christian Benteke yang sukses membungkam rakyat Gibraltar dengan gol cepat nya saat laga belum sampai berjalan, lebih tepatnya kurang dari sepuluh detik.

dua-bintang-chelsea-bertengkar-saat-bela-timnas

Gol cepat Benteke tersebut berhasil membuat Belgia tampil percaya diri serta mendominasi sepanjang laga. Hasilnya, di menit 19′, skuad asuhan Roberto Martinez tersebut menggandakan keunggulannya lewat gol Axel Witsel.

Benteke yang merupakan aktor utama dalam laga tersebut akhirnya memperlebar keunggulan Belgia atas tuan rumah Gibraltar pada menit 43′ usai menyambar sodoran Thomas Meunier. Babak pertama berakhir dengan skor 3-0 untuk keunggulan tim tamu.

Memasuki paruh kedua, irama permainan Belgia tetap terjaga. Dan hasilnya, umpan matang dari Steven Defour mampu dimaksimalkan Dries Mertens saat babak kedua berjalan lima menit.

Tak butuh waktu lama bagi Benteke untuk menegaskan dirinya sebagai bintang di laga ini. Benteke mencatat hat-tricknya di menit ke-55′ usai menyambut umpan dari Eden Hazard.

Pesta gol di Estadio Do Algrave pun ditutup dengan gol gelandang serang Belgia yang bermain untuk Chelsea, Eden Hazard pada menit ke 79. Menegaskan dominasi tim tamu atas tuan rumah Gibraltar.

dua-bintang-chelsea-bertengkar-saat-bela-timnas-2

Perseteruan Courtois dengan Hazard

Dibalik pesta gol Belgia di markas Gibraltar, ternyata terjadi sedikit gesekan antara dua pemain timnas Belgia, Eden Hazard dan Thibaut Courtois. Kedua bintang yang bermain untuk Chelsea tersebut tertangkap kamera terlibat cekcok di lapangan.

Courtois terlihat mengeluarkan ekspresi emosional kepada Hazard saat gelandang serang Chelsea tersebut melakukan tindakan yang bisa dibilang mengancam gawang Belgia. Sang kiper pun meluapkan emosinya usai laga.

“Backheel yang dilakukan Hazard di wilayah rawan gol adalah alasan mengapa saya begitu marah kepadanya. Saya tidak ingin gawang saya kebobolan karena hal yang tidak perlu. Lalu saya meneriaki para pemain untuk tetap berkonsentrasi, fokus dan tidak memberikan sedikit pun peluang bagi tim lawan,” ujar Courtois.

Reaksi emosional Courtois tersebut tentu saja berpotensi membuat atmosfir negatif antara dua bintang Chelsea berlanjut bahkan hingga keduanya kembali ke Stamford Bridge. Menjadikan sebuah tugas ekstra bagi manajer The Blues, Antonio Conte untuk meredam perselisihan antara dua pemain asuhan nya tersebut.

Conte berharap agar masalah antara dua pemainnya tersebut tidak sampai mengganggu fokus Chelsea yang sedang fokus mengingat The Blues hanya berhasil menempati peringkat  7 klasemen sementara Liga Primer Inggris.

Rooney, Sang Kapten Yang Terbuang

Tak Lagi Dalam Daftar Starting XI United

Musim ini bisa dibnilang sebagai musim terburuk bagi skipper Manchester United, Wayne Rooney. Penyerang yang menjadi tumpuan tim setan merah sejak masa kepemimpinan Sir Alex Ferguson tersebut dikbarkan tak lagi menjadi bagian dari starting line up manajer teranyar United, Jose Mourinho dalam beberapa pertandingan akhir-akhir ini.

Pemain yang kerap disamakan dengan sosok ‘Shrek’ tersebut kini kerap duduk dibangku cadangan, entah itu masuk di tengah laga ataupun tidak dimainkan sama sekali oleh manajer Jose Mourinho. Mou menjelaskan bahwa performa buruk penyerang berusia 30 tahun tersebut lah yang membuatnya terpaksa membuat keputusan kontroversial ini.

Kejadian tersebut pun akhirnya membawa kritikan atas performa buruk Rooney. Para pengamat serta kritikus pun kerap menyebutkan bahwa masa keemasan Rooney bersama United telah habis. Akan tetapi kenyataan tersebut tak membuat Rooney tenggelam. Kemauan sang kapten untuk berusaha kembali mendapatkan tempat di Starting XI baik untuk United maupun Timnas Inggris justru terlihat semakin keras.

rooney-sang-kapten-yang-terbuang-1

Terlepas dari kemunduran performa Rooney, pelatih anyar Timnas Inggriss, Gareth Southgate tetap menunjuk Rooney untuk mengenakan ban kapten timnas. Menurut Southgate, Rooney merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari sepakbola Inggris, meskipun hal tersebut bukanlah jaminan bagi Waza untuk kembali mendapatkan kesempatan bermain sebagai starter.

Menanggapi kenyataan tersebut, Rooney mengakui bahwa dirinya paham mengapa harus merelakan posisinya sebagai starter. Dan mantan pemain Everton tersebut pun menganggap saat ini dirinya memang hanya pantas untuk menghuni bangku cadangan.

“Anda tak dapat memaksa pelatih untuk memainkan anda di setiap pertandingan dalam sepakbola. Akan tetapi saya akan terus berusaha demi mendapatkan tempat kembali di skuad utama tim. Saat ini kritik kerap menghujani saya. Ya memang saya sadar bahwa saya bermain buruk, itulah mengapa saya mengerti alasan manajer tak menurunkan saya,” ujar Rooney.

Rooney Dukung Rashford Sebagai Penerus

rooney-sang-kapten-yang-terbuang

Wayne Rooney yang saat ini tengah berlatih bersama skuad timnas Inggris dalam persiapan laga kualifikasi Piala Dunia 2018. Ditanya tentang rekan satu klub nya  di Manchester United, Marcus Rashford, Rooney melayangkan pujian. Menurut Rooney, Rashford adalah pemain fantastis dengan bakat luar biasa meski masih berusia sangat muda.

Catatan empat gol serta sebuah assist dari total 9 penampilannya bersama Tim Setan Merah musim ini membuahkan panggilan kepada Rashford untuk memperkuat skuad The Three Lions. Rashford dikabarkan akan bermain sebagai starter dalam laga kontra Malta pada 8 Oktober mendatang.

Menanggapi lesatan karir sang junior di Manchester United bersama timnas The Three Lions, Rooney pun menyampaikan kekagumannya pada pemain bahkan saat ini masih berusia 18 tahun tersebut.

“Saya pikir Marcus (Rashford) sukses menunjukan performa yang sangat fantastis. Dan menurut saya, dia merupakan salah satu pemain muda paling berbakat saat ini,” Rooney berbicara kepada media setempat.

“Jika dia (Rashford) tetap berusaha untuk mengembangkan potensi nya, saya yakin bahwa dirinya akan menjadi seorang bintang di masa yang akan datang. Saya rasa dia layak untuk itu melihat kerja keras yang telah dia lakukan.” tutup Rooney.

Matchday 6 Liga Premier : West Ham Merosot, Pogba Akhiri Puasa Gol

Hasil Buruk West Ham Sejak 1988-1999

Pekan ke-6 kompetisi Liga Premier Inggris menghadirkan beberapa laga penuh kejutan.Salah satu nya yaitu laga antara West Ham United berhadapan dengan Southampton. Bermain di kandang, West Ham United justru harus menerima kenyaan  pahit takluk dari sang tamu, Southampton.

west-ham-0-3-southampton

Tidak tanggung-tanggung, tiga gol beruntun yang dicetak Charlie Austin di menit ke-40, Dusan Tadic (62′) dan James Ward-Prowse (90’+2′) sukses mengantar West Ham United merosot ke urutan 18 klasemen sementara yang juga merupakan zona degradasi.

Sebenarnya hasil akhir pekan kemarin tidak terlalu mengejutkan. Karena menurut catatan, West Ham juga mengalami hal yang sama yaitu hasil buruk pada awal musim kompetisi musim lalu, hanya saja mereka akhirnya mampu bangkit untuk kemudian menyelesaikan musim di posisi 7.

Klub yang berjuluk The Hammers tersebut hingga saat ini terhitung sudah kebobolan 15 gol dari total 6 laga yang mana 5 diantaranya West Ham United menelan kekalahan. Hasil buruk ini merupakan yang pertama kali nya bagi klub yang bermarkas di Upton Park sejak musim 1988-1999.

Pogba Akhiri Paceklik Gol

Sementara itu, hasil pertandingan lain dalam Matchday ke-6 Liga Premier musim 2016-2017 juga terlihat membuat pergeseran yang cukup signifikan di papan atas klasemen sementara Liga Inggris. Menekuk Middlesbrough dengan skor akhir 1-2, Tottenham Hotspurs sukses merangsek ke uruan dua menempel sang pemuncak klasemen Mancheseter City yang juga meraih hasil positif akhir pekan lalu.

Adalah Son Heung-Min yang berperan menjadi aktor dibalik kemenangan Spurs minggu lalu. Aksi pemain asal Negeri Ginseng tersebut sukses memberikan keunggulan Spurs pada menit ke-7 dan 23′. Sedangkan Middlesbrough hanya mampu mencetak satu gol balasan melalui Ben Gibson (65′). Atas hasil positif tersebut,Skuad asuhan Mauro Pochettino tersebut kini tercatat mengumpulkan total 14 poin dari enam pertandingan.

arsenal-3-0-chelsea

Naiknya The Lilywhites ke posisi runnner-up tidak lepas dari hasil buruk yang menimpa Chelsea. Bertandang ke markas Arsenal, Emirates Stadium, The Blues terpaksa menyerah 0-3 dari tim tuan rumah. Alexis Sanchez, The Walcott dan Mesut Ozil sukses memborbardir gawang skuad asuhan Antonio Conte  masing-masing pada menit 11′, 14′ dan 40′. Hasil tersebut memaksa The Blues merosot ke peringkat 8 dari posisi runner-up dengan total 10 poin. Sedangkan The Gunners naik ke urutan 3 dengan koleksi total 13 poin.

Perlombaan klub-klub raksasa menuju papan atas klasemen sementara Liga Inggris masih belum bisa mengguncang Manchester City di singgasana teratas Liga Premier Inggris. Skuad asuhan Pep Guardiola tersebut masih kokoh bertengger di puncak klasemen musim 2016-2017 dengan 18 poin usai menghabisi Swansea City dengan skor telak 3-1. Sempat bermain imbang 1-1 hingga paruh pertama usai, dua gol yang dicetak Sergio Aguero dan Rahem Sterling pada menit 65′ dan 77′ berhasil memastikan kemenangan Citizens.

Di tempat lain, saudara se-kota Manchester City, Manchester United, berhasil melibas juara musim lalu, Leicester City, pada akhir pekan lalu di markas The Red Devils, Stadion Old Trafford. Tanpa ampun, skuad asuhan Jose Mourinho tersebut menghajar  The Foxes dengan skor akhir 4-1. Gol Chris Smalling (22′), Juan Mata (37′), Marcus Rashford (40′) pada paruh pertama berhasil membawa United unggul 3-0.

Dan yang menjadikan ini menarik adalah berakhirnya puasa gol Paul Pogba yang berhasil menutup babak pertama melalui gol nya, 3 menit jelang turun minum. Di babak kedua tidak ada gol tambahan dari tim tuan rumah, yang  terjadi hanya gol hiburan bagi Leiceseter City yang dicetak Demarai Gray pada menit 59′.

 

Morinho Kembali ‘Nyinyir’

morinho-kembali-nyinyir

Mourinho : United Terpuruk Adalah Salah Van Gaal

Hasil buruk beruntun yang diperoleh Manchester United membuat Jose Mourinho kembali mengeluarkan pernyataan pedas. Mourinho menyebutkan bahwa performa  buruk skuad asuhan nya musim ini sedikit banyak merupakan kesalahan sang mantan manajer, Louis van Gaal.

Manchester United memang sempat berada dalam kepelatihan Van Gaal pada periode 2014 hingga 2016. Pelatih asal Belanda tersebut melakukan perombakan tim secara total, mulai dari deretan pemain-peman baru yang direkrut sampai pola bermain tim setan merah.

Meskipun pada akhirnya Van Gaal berhasil membawa The Red Devils meraih trofi Piala FA, mantan pelatih Barcelona tersebu tetap dianggap gagal oleh banyak pihak mengingat dirinya tak berhasil membawa United ikut serta dalam turnamen Liga Champions musim ini.

Mourinho, yang musim ini mengambil alih kursi kepelatihan  United pun sempat mengungkapkan bahwa tugasnya dalam merombak skuad ‘gagal’ yang diwariskan Van Gaal bukanlah sebuah tugas yang mudah.

“Kalian tau, sangatlah sulit untuk mengubah pola pikir tim yang sempat didoktrin oleh pelatih yang sebelumnya. Menurut saya, akan lebih mudah bagi saya jika harus menggunakan 20 pemain baru dan memulai keseluruhannya dari nol.

“Mereka (tim) telah menjalani semua ini sejak dua tahun lamanya, mereka memainkan gaya permainan yang bahkan sama sekali tidak pernah saya gunakan. Namun, terlepas dari semua itu saya optimis bisa mengambil alih semua tugas ini,” ungkap Mourinho.

Mourinho memang sempat membuat gebrakan bersama United di awal musim 2016-2017 dengan luar biasa. Mulai dari mendatangkan sejumlah pemain bintang, memecahkan rekor transfer tertinggi Pogba, hingga tiga kemenangan beruntun di awal musim.

Namun, kekalahan 1-2 dari Manchester City saat Derby Manchester, di Old Trafford, pada Sabtu (10/9/2016) lalu, menjadi awal dari merosotnya performa tim setan merah.

Kekalahan Rooney cs. tidak hanya berhenti sampai disitu, United kembali harus menelan kekalahan 0-1 dari Feyenoord di ajang Piala Eropa. Seakan dua kekalahan tidak cukup, kini giliran Watford yang menjadi mimpi buruk skuad asuhan Mourinho pada ajang Premier League.

Atas hasil buruk tersebut, Mourinho pun melemparkan kesalahan baik kepada pemain, mantan pelatih dan bahkan para pengadil di lapangan dalam tiga laga terakhir yang dijalani tim berjuluk setan merah tersebut.

“Satu-satunya motivasi yang para pemain butuhkan datangnya adalah dari diri mereka sendiri. Manchester United merupakan klub yang sangat besar, dan saling dukung antara para pemain seharusnya mereka jadikan sebagai motivasi tambahan untuk meraih kemenangan,” ujar Mourinho.

morinho-kembali-nyinyir-1

Mou Tak Mengerti Cara Mengatasi Kekalahan – Parker

Sikap Jose Mourinho yang terkesan selalu menyalahkan pihak lain atas kegagalan skuad yang dilatihnya tersebut dikabarkan mendapat kritikan tajam dari legenda The Red Devils, Paul Parker.

Parker merujuk pada pernyataan Mourinho yang mengkritik performa tiga pilar Manchester United saat takluk di tangan Watford akhir pekan lalu. Luke Shaw, Henrikh Mkhitaryan dan Jesse Lingard merupakan sosok pemain yang menjadi korban dari kritik Mourinho.

Menurut Parker, Mourinho tak sepantasnya mengumbar kritik menyakitkan yang ditujukan langsung pada anak asuhnya sendiri. “Enam belas tahun sudah dirinya (Mourinho) menjadi manajer, tapi tampaknya dia masih juga belum belajar bagaimana menanggapi sebuah kekalahan, dan belajar mengatasi hal-hal semacam itu,” ucap Parker.

“Dirinya selalu berpikir bahwa dia bisa dengan bebas mengatakan dan melakukan hal apapun yang disukainya. Jelas saja, itu merupakan hal yang salah,” Parker menambahkan.

Menanggapi kritikan yang menghujani dirinya tersebut, Mourinho mengaku tak akan menanggapi apapun sebelum membaiknya performa Manchester United. Sejauh ini pelatih asal Portugal tersebut menganggap semua yang dilakukannya untuk tim saat ini masih sejalan dengan apa yang direncanakan manajemen klub.

Chelsea Berniat Lanjutkan Tren Positif Kontra Liverpool

chelsea-vs-liverpool-big-match-2

Big Match Chelsea vs Liverpool

Chelsea dijadwalkan akan menjalani laga kontra Liverpool di markas Stamford Bridge dalam Matchday ke-5 Liga Premier Inggris, Sabtu (17/9/2016) dini hari WIB. Jelang laga tersebut, baik Conte maupun Klopp menargetkan hasil sempurna kepada masing-masing tim.

Sejak ditangani Antonio Conte, The Blues bisa dibilang sukses mengawali musim ini dengan rentetan hasil positif. Total Chelsea berhasil mencatat tiga kemenangan, satu imbang, dan satupun kekalahan dari total empat laga awal Liga Premier 2016-2017.

Untuk hasil terkini, Chelsea meraih hasil imbang 2-2 kontra Swansea City di markas Swansea, Liberty Stadium pada 11 September yang lalu. Hasil positif tersebut berhasil membawa skuad London Biru bertengger di peringkat dua klasemen sementara Liga Premier Inggris dengan total 10 poin, dua poin di bawah pasukan Josep Guardiola, Manchester City yang kokoh berada di puncak klasemen.

Jelang laga kontra Liverpool, Chelsea mengisyaratkan berambisi untuk melanjutkan tren positif tersebut. Pasalnya, deretan nama pemain seperti Diego Costa, Willian, Eden Hazard, serta David Luiz membuat hasil kemenangan menjadi satu keharusan bagi klub asal London yang akan tampil pada akhir pekan nanti.

chelsea-vs-liverpool-big-match

Rekor Positif  Kedua Tim di Laga Hari Jumat

Secara statistik, peluang Chelsea untuk meraih hasil baik saat pertandingan melawan The Reds nanti terbilang cukup besar. The Blues mempunyai catatan bagus ketika harus menjalani laga Liga Premier Inggris pada hari Jumat (Sabtu dini hari WIB).

Dengan catatan hasil dua kemenangan, tiga seri, dan hanya mengalami satu kali kekalahan dalam enam laga terakhir. Kekalahan menyakitkan harus dialami Chelsea saat harus menahan malu 2-4 dari tim kasta bawah, Charlton Athletic pada Desember 2003 silam.

Selain itu, rekor pertemuan The Blues ketika menjamu si merah juga terbilang cukup bagus. Chelsea berhasil meraih tiga menang, empat imbang dan satu kalah dari total delapan pertandingan terakhir kontra The Reds di Liga Premier Inggris.

Meski diatas kertas pasukan Conte diuntungkan, mencuri kemenangan dari skuad Jurgen Klopp bukanlah perkara mudah. Pasalnya, Liverpool yang saat ini berada di peringkat enam klasemen sementara Liga Premier hanya kalah selisih gol. Keduanya memang di musim ini sukses melakukan start yang cukup baik.

Klub asal Merseyside tersebut sukses memetik empat kemenangan dan hanya sekali kalah dari total lima pertandingan terakhir Liga Premier yang digelar pada hari Jumat. Kekalahan Liverpool terjadi saat harus menyerah 2-4 dari Arsenal di Stadion Highbury pada 9 April 2004.

Secara internal, peta kekuatan The Reds pun tak bisa  dianggap remeh sebab lini serang Liverpool saat ini bisa dibilang dalam kondisi onfire. Kombinasi Daniel Sturridge, Roberto Firmino, dan Philippe Coutinho di lini depan sukses membawa The Reds mengoleksi 14 gol dalam lima pertandingan terakhir di musim 2016-2017 ini.

Total, kedua klub telah berjumpa sebanyak 165 kali di seluruh ajang kompetisi di eropa. Dari 165 laga tersebut, Liverpool sukses mencatat 70 kemenangan, sedangkan Chelsea hanya berhasil mengantongi 57 kemenangan, dan sisa nya 38 pertandingan berakhir seri.