Morinho Kembali ‘Nyinyir’

morinho-kembali-nyinyir

Mourinho : United Terpuruk Adalah Salah Van Gaal

Hasil buruk beruntun yang diperoleh Manchester United membuat Jose Mourinho kembali mengeluarkan pernyataan pedas. Mourinho menyebutkan bahwa performa  buruk skuad asuhan nya musim ini sedikit banyak merupakan kesalahan sang mantan manajer, Louis van Gaal.

Manchester United memang sempat berada dalam kepelatihan Van Gaal pada periode 2014 hingga 2016. Pelatih asal Belanda tersebut melakukan perombakan tim secara total, mulai dari deretan pemain-peman baru yang direkrut sampai pola bermain tim setan merah.

Meskipun pada akhirnya Van Gaal berhasil membawa The Red Devils meraih trofi Piala FA, mantan pelatih Barcelona tersebu tetap dianggap gagal oleh banyak pihak mengingat dirinya tak berhasil membawa United ikut serta dalam turnamen Liga Champions musim ini.

Mourinho, yang musim ini mengambil alih kursi kepelatihan  United pun sempat mengungkapkan bahwa tugasnya dalam merombak skuad ‘gagal’ yang diwariskan Van Gaal bukanlah sebuah tugas yang mudah.

“Kalian tau, sangatlah sulit untuk mengubah pola pikir tim yang sempat didoktrin oleh pelatih yang sebelumnya. Menurut saya, akan lebih mudah bagi saya jika harus menggunakan 20 pemain baru dan memulai keseluruhannya dari nol.

“Mereka (tim) telah menjalani semua ini sejak dua tahun lamanya, mereka memainkan gaya permainan yang bahkan sama sekali tidak pernah saya gunakan. Namun, terlepas dari semua itu saya optimis bisa mengambil alih semua tugas ini,” ungkap Mourinho.

Mourinho memang sempat membuat gebrakan bersama United di awal musim 2016-2017 dengan luar biasa. Mulai dari mendatangkan sejumlah pemain bintang, memecahkan rekor transfer tertinggi Pogba, hingga tiga kemenangan beruntun di awal musim.

Namun, kekalahan 1-2 dari Manchester City saat Derby Manchester, di Old Trafford, pada Sabtu (10/9/2016) lalu, menjadi awal dari merosotnya performa tim setan merah.

Kekalahan Rooney cs. tidak hanya berhenti sampai disitu, United kembali harus menelan kekalahan 0-1 dari Feyenoord di ajang Piala Eropa. Seakan dua kekalahan tidak cukup, kini giliran Watford yang menjadi mimpi buruk skuad asuhan Mourinho pada ajang Premier League.

Atas hasil buruk tersebut, Mourinho pun melemparkan kesalahan baik kepada pemain, mantan pelatih dan bahkan para pengadil di lapangan dalam tiga laga terakhir yang dijalani tim berjuluk setan merah tersebut.

“Satu-satunya motivasi yang para pemain butuhkan datangnya adalah dari diri mereka sendiri. Manchester United merupakan klub yang sangat besar, dan saling dukung antara para pemain seharusnya mereka jadikan sebagai motivasi tambahan untuk meraih kemenangan,” ujar Mourinho.

morinho-kembali-nyinyir-1

Mou Tak Mengerti Cara Mengatasi Kekalahan – Parker

Sikap Jose Mourinho yang terkesan selalu menyalahkan pihak lain atas kegagalan skuad yang dilatihnya tersebut dikabarkan mendapat kritikan tajam dari legenda The Red Devils, Paul Parker.

Parker merujuk pada pernyataan Mourinho yang mengkritik performa tiga pilar Manchester United saat takluk di tangan Watford akhir pekan lalu. Luke Shaw, Henrikh Mkhitaryan dan Jesse Lingard merupakan sosok pemain yang menjadi korban dari kritik Mourinho.

Menurut Parker, Mourinho tak sepantasnya mengumbar kritik menyakitkan yang ditujukan langsung pada anak asuhnya sendiri. “Enam belas tahun sudah dirinya (Mourinho) menjadi manajer, tapi tampaknya dia masih juga belum belajar bagaimana menanggapi sebuah kekalahan, dan belajar mengatasi hal-hal semacam itu,” ucap Parker.

“Dirinya selalu berpikir bahwa dia bisa dengan bebas mengatakan dan melakukan hal apapun yang disukainya. Jelas saja, itu merupakan hal yang salah,” Parker menambahkan.

Menanggapi kritikan yang menghujani dirinya tersebut, Mourinho mengaku tak akan menanggapi apapun sebelum membaiknya performa Manchester United. Sejauh ini pelatih asal Portugal tersebut menganggap semua yang dilakukannya untuk tim saat ini masih sejalan dengan apa yang direncanakan manajemen klub.

Chelsea Berniat Lanjutkan Tren Positif Kontra Liverpool

chelsea-vs-liverpool-big-match-2

Big Match Chelsea vs Liverpool

Chelsea dijadwalkan akan menjalani laga kontra Liverpool di markas Stamford Bridge dalam Matchday ke-5 Liga Premier Inggris, Sabtu (17/9/2016) dini hari WIB. Jelang laga tersebut, baik Conte maupun Klopp menargetkan hasil sempurna kepada masing-masing tim.

Sejak ditangani Antonio Conte, The Blues bisa dibilang sukses mengawali musim ini dengan rentetan hasil positif. Total Chelsea berhasil mencatat tiga kemenangan, satu imbang, dan satupun kekalahan dari total empat laga awal Liga Premier 2016-2017.

Untuk hasil terkini, Chelsea meraih hasil imbang 2-2 kontra Swansea City di markas Swansea, Liberty Stadium pada 11 September yang lalu. Hasil positif tersebut berhasil membawa skuad London Biru bertengger di peringkat dua klasemen sementara Liga Premier Inggris dengan total 10 poin, dua poin di bawah pasukan Josep Guardiola, Manchester City yang kokoh berada di puncak klasemen.

Jelang laga kontra Liverpool, Chelsea mengisyaratkan berambisi untuk melanjutkan tren positif tersebut. Pasalnya, deretan nama pemain seperti Diego Costa, Willian, Eden Hazard, serta David Luiz membuat hasil kemenangan menjadi satu keharusan bagi klub asal London yang akan tampil pada akhir pekan nanti.

chelsea-vs-liverpool-big-match

Rekor Positif  Kedua Tim di Laga Hari Jumat

Secara statistik, peluang Chelsea untuk meraih hasil baik saat pertandingan melawan The Reds nanti terbilang cukup besar. The Blues mempunyai catatan bagus ketika harus menjalani laga Liga Premier Inggris pada hari Jumat (Sabtu dini hari WIB).

Dengan catatan hasil dua kemenangan, tiga seri, dan hanya mengalami satu kali kekalahan dalam enam laga terakhir. Kekalahan menyakitkan harus dialami Chelsea saat harus menahan malu 2-4 dari tim kasta bawah, Charlton Athletic pada Desember 2003 silam.

Selain itu, rekor pertemuan The Blues ketika menjamu si merah juga terbilang cukup bagus. Chelsea berhasil meraih tiga menang, empat imbang dan satu kalah dari total delapan pertandingan terakhir kontra The Reds di Liga Premier Inggris.

Meski diatas kertas pasukan Conte diuntungkan, mencuri kemenangan dari skuad Jurgen Klopp bukanlah perkara mudah. Pasalnya, Liverpool yang saat ini berada di peringkat enam klasemen sementara Liga Premier hanya kalah selisih gol. Keduanya memang di musim ini sukses melakukan start yang cukup baik.

Klub asal Merseyside tersebut sukses memetik empat kemenangan dan hanya sekali kalah dari total lima pertandingan terakhir Liga Premier yang digelar pada hari Jumat. Kekalahan Liverpool terjadi saat harus menyerah 2-4 dari Arsenal di Stadion Highbury pada 9 April 2004.

Secara internal, peta kekuatan The Reds pun tak bisa  dianggap remeh sebab lini serang Liverpool saat ini bisa dibilang dalam kondisi onfire. Kombinasi Daniel Sturridge, Roberto Firmino, dan Philippe Coutinho di lini depan sukses membawa The Reds mengoleksi 14 gol dalam lima pertandingan terakhir di musim 2016-2017 ini.

Total, kedua klub telah berjumpa sebanyak 165 kali di seluruh ajang kompetisi di eropa. Dari 165 laga tersebut, Liverpool sukses mencatat 70 kemenangan, sedangkan Chelsea hanya berhasil mengantongi 57 kemenangan, dan sisa nya 38 pertandingan berakhir seri.